Jumat, 01 Januari 2016

Sebuah harapan baru

Ucapkan selamat tinggal untuk tahun 2015 yang sudah kita lewati....
perjalanan yang sangat melelahkan, ya itulah hidup kadang apa yang ingin kita capai tak sepenuhnya membuahkan hasil yang memuaskan sesuai dengan keinginan kita, yaa jujur memang banyak kekecewaan, kenangan pahit, keinginan yang hanya ekspetasi belaka, dan lain halnya...



Kabut asap yang sangat parah akibat perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab menjadi hal utama yang umum paling diingat pada tahun 2015, aku yakin teman-teman sekalian juga merasa demikian apalagi yang tinggal di Kalimantan...
Ya... begitulah kadang apa yang mereka perbuat adalah untuk memperoleh kebahagian walaupun kesehatan banyak orang yang dikorbankan untuk itu semua..

Dan untuk diriku sendiri adalah I don't know why , mengapa aku masih merasakan sepi di tengah keramaian kota Palangka Raya ini, mungkinkah karena aku sudah terbiasa dengan rumah masa SMA ku di asrama, ataukah karena aku sulit menyesuaikan dengan suasana yang baru seperti ini, dan juga yang paling menyakitkan adalah sebuah kisah yang ingin kurangkai ternyata memang tak bisa kupertahankan :) itu menjadi sebuah penyesalan yang mendalam. 
"Menyesal itu boleh namun jangan lama-lama, kamu harus bangkit dan berjuang lagi" itulah kata-kata yang selalu ku ingat dari seorang tokoh nasional, memang benar kita sebagai anak muda, kalau kita terjatuh haruslah bangkit lagi, mau tidak mau dan harus, satu hal yang aku tidak mengerti akan perkataan orang lain dalam zaman sekarang adalah kalau kita terlalu cepat melupakan berarti kita tidak benar-benar melakukannya, dan juga jika kita terluka mengapa kita harus lama-lama untuk meratapi semua yang sudah hilang atau dirampas? menurutku itu adalah suatu perbuatan yang membuang waktu kita sendiri untuk melangkah.. menurut pikiranku sendiri ada benarnya juga tapi jangan kita terlalu lama karena biar bagaimanapun kita harus bangkit lagi, harus move on, dan harus terus melangkah sebelum kita tertinggal...

Jadi, jangan nunggu waktu yang lebih lama lagi lebih baik dari serakarang kita buat perencanaan apa saja target kita di tahun 2016 dan jangan lupa juga tetap biarkan semua perencanaan yang akan kita lakukan serahkan kepada Tuhan.

Dan 2016 adalah menurutku tahun yang tepat untuk move on dari semua kenangan dari tahun sebelumnya, yaaa kenangan entah itu percintaan, kegagalan untuk lulus dari ujian, dan lain-lain... ayo teman-teman kita harus tetap melangkah jangan menyerah tinggalkan yang lama, karena disana masih banyak bintang-bintang yang menantimu...

SELAMAT TAHUN BARU 2016

Kamis, 19 November 2015

Puisi Duet

Rasa yang tak bernyali

Dita dan Adams

Rasa yang tak bernyali. Yang hanya disimpan sendiri. Berspekulasi tanpa berusaha mencari bukti. Memikirkan sendiri hingga memakan hati. Ini tentang dua manusia yang tak mengerti perasaannya sendiri.  Apa yang dari hati, memang akan sampai ke hati. Tapi tanpa nyali, apakah dapat mengerti ?
--------
Semerbak harum kau pancarkan ke setiap sel-sel pikiranku
Aku hilang akal apa maksud kenikmatan ini
Perlahan ku jalani setapak hari dengan kerinduan
Kita memang sudah lama saling tertawa
Kita adalah sahabat dan saling melengkapi
Namun bagiku itu kurang
Sadar aku telah jatuh ke perangkap diammu
--------
Kata – kata yang memikat diri
Memaksudkan hati tanpa perlu berbasa – basi
Dengan atau tanpa deskripsi
Kau tlah membuatku jatuh hati
---------
Setiap waktu aroma itu membuatku melayang
Menapaki kerinduan yang selalu menghantui
Engkau memang biasa saja namun aku tak biasa lagi
Akankah kita bisa lebih dari sekedar sahabat ?
-------
Perasaan yang tanpa alasan
Semakin kutelusuri lebih dalam
Semakin aku tenggelam dalam harapan
Harapan yang kutahu akan selamanya kupendam
Dalam diam yang tak terkatakan
Dengan nyali yang seolah padam
-------
Maafkan jika aku memang benar merubah semua ini
Tetapi aku benar-benar ingin bersama setiap saat
Bukan karena cahaya ayumu, namun karena hukuman waktu
Dan akupun tak tahu kemana lagi aku membawa kisah ini
--------
Dan waktu semakin meracau
Berbicara denganmu membuat suaraku parau
Antara diri yang selalu terpukau
Dengan kenyataan bahwa aku dan kau seperti mata pisau
Saling beradu dan tak mungkin bersatu
Kamu, iya kamu…..
Dan aku, iya aku….
---------
Sampai saat ini aku masih tak bergerak
Diam namun ku masih menikmati aroma harummu
Inginku segera ku ungkapkan kebodohan ini
Namun aku tak ingin semua berubah semakin kelam
---------
Ketakutan bagai hantu yang tak pernah tertuju…
Berharap kau tau tanpa perlu ku picu
Namun kesadaran membayangiku
Bahwa tak selamanya terpaku menghasilkan sesuatu
Tapi kenyataan membuatku lidahku kelu
---------
Ahhh… Aku terlalu ceroboh
Membiarkan aromamu masuk menyusuri pikiran ini
Aku ingin bangun dari lelap ini
Kita tak mungkin bersama
---------
Semakin ku renungi, semakin ku memahami sendiri
Jatuh hati tak selalu harus memiliki
Menjadi sempurna tak harus bersama
Dengan menjaga mungkin itu juga bahagia
Mungkin..
------
Dipikiranku kau hanyalah sebatas kabut
Dekat namun takkan menyatu denganku
-------
Kediaman yang tak tahu sampai kapan. Rencana yang tidak pernah tersampaikan. Hanya berteman harapan. Kau pikir semua kan berjalan tanpa kesiapan ?
Dua manusia yang tenggelam dalam ketakutan. Tanpa berani mengambil keputusan. Sedang waktu terus berjalan. Apakah mungkin mereka akan mengerti definisi dari keterlambatan ? ketika mereka tak mengerti bahwa nyali diperlukan.
Palangka Raya, 19 November 2015
Dari dua pikiran yang bertemu dalam satu perasaan

@skycloudus seorang mahasiswi  kedokteran yang mencintai langit dan segala ciptaanNya

@adams_fadden hanya manusia biasa tanpa kenal lelah untuk jadi luar biasa

Rabu, 30 September 2015

Berkaca dari Sejarah yang kelam

Guys...
Bicara tentang sejarah atau masa lalu adalah suatu kejadian yang sudah terjadi entah itu untuk kita kenang atau kita lupakan, namun ada baiknya kita agak sedikit mengingat agar kita bisa lebih bercermin dari masa lalu... khususnya untuk bangsa kita apalagi kita yang khususnya generasi muda agar lebih bersifat peduli akan sejarah bangsa, siapapun kita dimanapun kita kuliah, entah mau jadi apa kita..

7 Jenderal yang dibunuh dalam G30S/PKI

Hari ini tepat tanggal 30 september 50 tahun yang lalu terjadi suatu tragedi memilukan untuk bangsa kita tanggal 30 September 1965, dimana 6 Jenderal dan 1 perwira muda diculik dan dibunuh serta mayatnya dikubur di lubang buaya, yang menurut rezim Orde Baru adalah suatu kudeta pemberontakan kepada negara oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), kedua orang tuaku bercerita bahwa dulu sebelum Orde Baru jatuh ada film dari G30S/PKI yang selalu ditayangkan wajib di semua stasiun televisi kala itu yang filmnya agak horror disertai adegan penganiayaan para Jendral oleh PKI, namun semenjak Orde baru terguling maka tak pernah sekalipun film ini ditayangkan lagi...  mengapa ? karena tragedi berdarah ini kebenarannya masih simpang siur dan patut dipertanyakan karena banyak opini dari sumber mengatakan bahwa ini adalah propaganda Orde Baru yang dimana mantan Presiden Soeharto terlibat di dalamnya, dan PKI bukan semata-semata otak dari tragedi tersebut, seiring berjalannya waktu semakin banyak pula opini berdatangan dari berbagai versi meluruskan kebenaran atas tragedi ini, namun yang ada hanya semakin membingungkan saja terlebih juga untuk generasi muda seperti kita ini. Sedikit juga berpendapat namun bukan bermaksud untuk memihak atau menyalahkan siapa saja, entah siapapun yang menjadi otak dan terlibat dalam tragedi ini membuat kita seakan-akan di 
adu domba dengan bangsa sendiri coba kita tengok ke belakang walaupun pada saat itu aku belum lahir namun aku memetik suatu kesimpulan bahwa tragedi ini adalah tonggak bukan saja menandai atau permulaan dari lengsernya Bapak Proklamator kita Bung Karno namun sebagai tonggak bahwa kita bangsa Indonesia tak sadar bahwa terjadi pergolakan bangsa dimana yang kita lawan bukanlah para penjajah lagi namun saudara kita setanah air yang menganut ideologi komunisme yahh seperti itulah kita lihat saja setelah peristiwa G30S ini semua yang terlibat dan pernah tersentuh oleh PKI langsung dibantai habis-habisan tanpa peradilan sebanyak jutaan warga negara Indonesia yang sebenarnya mereka tak sepenuhnya tahu apa-apa tentang kejadian ini, mereka hanyalah rakyat jelata yang menuntut keadilan dan kesejahteraan dengan ikut bergabung dengan organisasi-organisasi yang konon kaki tangan dari PKI, kita tak sadar bahwa kita telah di adu domba entah oleh siapapun hingga sampai saat ini kita masih di adu domba bukan saja dalam hal tragedi ini namun akan hal-hal lain seperti korupsi, kekuasaan, dan lain-lain hingga akhirnya berujung korban yang tak bersalah atau berujung saling membantai, maka dari itu dari Tragedi 50 tahun yang lalu kita tak sadar bahwa yang kita lawan adalah saudara kita sendiri bukanlah lagi penjajah...

Pembantaian tapol PKI
Memang ini adalah salah satu sejarah Indonesia yang masih abu-abu, entah siapa yang mejadi otak dalam G30S ini PKI,Pak Harto , CIA, siapa saja masih belum begitu jelas sama sekali namun agar tak menodai bangsa kita akan lebih baik pemerintah segera melakukan rekonsiliasi terhadap korban maupun keluarga korban yang telah kehilangan anggota dari masing-masing keluarganya yang dituduh PKI, karena yang kita lawan bukan bangsa kita sendiri namun ideologi Komunisme yang harus kita basmi karena tak ada ideologi yang lain selain Pancasila yang dapat mempersatukan dan menjadikan Indonesia Raya...

Guys..
Mari kita berkaca dari sejarah abu-abu ini, agar peristiwa semacam ini tak perlu terjadi lagi hingga membuat kita terpecah belah entah karena berbagai sebab bukan saja karena paham radikal dan sebagainya, tetapi karena hal-hal lain, apalagi bisa karena hal sepela saja kita sudah naik darah itu bukanlah budaya kita tetapi dari pengaruh asing yang sedikit demi sedikit menginfeksi sel-sel kebudayaan kemajemukan kita, sebagai penerus bangsa jangan apatis terhadap sejarah bangsa kita karena dari sejarah kita belajar untuk menjadi jati diri Indonesia, dan membangun bangsa kita, karena ditangan kitalah masa depan bangsa , coba bayangkan kalau kita apatis ,masa bodoh , kita tidak akan tahu apa yang terbaik untuk bangsa kita seterusnya. Dan kita harus menjadi sukses membawa nama Indonesia bukan sebagai nama Indonesia tetapi bercita rasa asing , guys dengan tulisan ini aku mengajak kita bersama membangun negeri tanpa saling mengadili sesama, entah dengan cara apapun itu , kelak kita akan dokter, polisi, guru, teknokrat, politisi apapun itu semua  berguna kok kalau kita maksimalkan pekerjaan untuk masyarakat kita Indonesia dulu.. Hehehe.. oke guys sekian dulu tulisan ini aku tutup dengan pepatah Bung Karno : 

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah”





Selamat Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober 2015
                                                                                                Adams Sophiano

                                                                                                Palangka Raya, 30 September 2015

Minggu, 27 September 2015

Penantian


Coba kau cari...
Apa arti sebuah penantian 
Akankah hanya sekedar bersabar
Cinta...
Tuhan ciptakan hati
Namun bukan sekadarnya
Ada sebuah lubang di dalamnya
Entah dengan apa mengisinya
Cinta...Tuhan juga ciptakan kesabaran
Agar manusia dapat menanti
Bilamana aku tak dapat bersabar untuk menanti 
Kamulah alasan mengapa aku menikmati penantian itu... 




Adams Sophiano
Palangka Raya, 28 September 2015, 00.00 WIB

Minggu, 30 Agustus 2015

Hiduplah 1000 tahun lagi...



Orang bilang hidup adalah perjuangan...
Orang bilang hidup adalah kebebasan...
Orang bilang hidup adalah cita-cita...
Hidup itu harus begini dan begitu
Hidup itu muda kaya sampai tua
Hidup itu kalau mati pengen masuk surga
Tetapi...
Dari bola mataku
Hidup adalah hadiah
Hadiah terindah dari Ilahi
Tak harus bergelimang kenikmatan dunia
Bukan hanya sekedar kebebasan 
Hidup itu mengalir saja layaknya arus
Menyejukkan dan menenangkan siapa saja
Saat orang datang ataupun kamu yang datang
Hiduplah layaknya terang
Hiduplah layaknya kamu hidup seribu tahun lagi...

Palangka Raya, 29 Agustus 2015 

Rabu, 26 Agustus 2015

Awal yang baru...

Memulai…bagiku memulai sesuatu itu relatif sulit karena jika kita melakukan pekerjaan dengan hasil yang kita inginkan itu memuaskan maka kita harus memulainya dengan matang bukan ?

Nah.. di awal semester yang baru ini harusnya kita memulai sebuah rencana dengan matang agar nanti hasilnya juga memuaskan, semangat saja tidaklah cukup jika hanya berkobar di awal saja, haruslah punya komitmen yang kuat saat proses itu berlangsung, apalagi dengan hasil dari semester 2 yang menurutku sangat diluar batas targetku dulu ya memang benar kuliah tak hanya sekedar nilai tapi tetap saja nilai adalah suatu pertimbangan nantinya, dan lebih baiknya apalagi ilmu itu diseimbangkan dengan nilai hasil belajar kita.

Guyss..sangat penting jika memulai semester ini dengan sebaik mungkin, niat yang matang, tetapi bicara memang enak belum lagi bagaimana kita bekerja nantinya,, but.. jadilah diri kita sendiri dan serahkan semuanya pada Tuhan,, taka da yang sia-sia memang didunia ini jika kita memang mau berusaha..


Bagi sahabat-sahabat GEN-V FK Unpar 2014 tetap semangat, tetap bersyukur atas apa yang kita sudah jalani sampai sekarang ini, kecewa itu tidak dilarang tapi jangan lama-lama, cepatlah kekecewaan itu berganti dengan semangat lagi… yang penting sebagai satu angkatan kita harus saling mendukung satu dengan yang lain,, oke sahabat-sahabatku… tulisan yang kurang sempurna ini aku persembahkan kepada kalian semua, selamat datang di semester III.. Tuhan memberkati yeahhh \m/

Jumat, 07 Agustus 2015

Ada Pasai Darai...

Hai guys balik lagi dengan aku yang kembali menulis dan tak bosan-bosannya menulis di blog Uneng Ngeme in… mumpung sekarang pas nulis ni lagi liburan semester…

Pada edisi kali ini tak jauh-jauh beda dengan postingan yang sebelumnya yaitu tentang budaya yang ku cintai yaitu Dayak Maanyan , suku yang mengalir di dalam darah ku ini yeahhh… namun kali ini bukan mengritik tentang keadaan suku Dayak Maanyan sekarang tapi sedikit kita mengetahui tentang sejarah Dayak Maanyan itu sendiri..

Aku lahir di sebuah desa di Kabupaten Barito Timur bernama Hayaping sekitar kurang lebih 200an km dari ibukota Provinsi Kalteng Palangkaraya atau 20 km dari kota Tamiang Layang, disinilah aku mulai dibesarkan di kampung Maanyan ini, yang konon dulu ada kejadian pemberontakan GMTPs terhadap pemerintah yang akhirnya berperan dalam pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah, namun aku tidak membahas mengenai GMTPs tapi bagaimana sejarah munculnya suku Dayak Maanyan yang sekarang menempati di daratan Barito Hilir (Barito Timur dan sebagian Barito Selatan) termasuk Desa Hayaping.

Begini sejarah dari munculnya Dayak Maanyan yang saya kutip dari postingan blog Bpk. Kumpiady, Pembantu Rektor I Universitas Palangkaraya…


Dalam sejarah lisan suku Dayak Maanyan, Nansarunai adalah sebuah kerajaan pada saat suku Dayak Maanyan mengalami puncak kejayaannya diperkirakan berlangsung sepanjang paroh abad ke 14(1309-1358). Berdasarkan penuturan beberapa tokoh adat dan tokoh masyarakat Dayak Maanyan, kerajaan Nansarunai pernah berdiri di sekitar Candi Agung, Pasar Arba(Amuntai, Kab. Hulu Sungai Utara). Pada awalnya Nansarunai dipimpin oleh Dato Sapuluh dan Dara Sapuluh, yang kemudian berturut-turut dipimpin oleh Raden Japutar Layar dan dibantu oleh para Uria dan Patis. Setelah itu Raden Japutar Layar diganti oleh Raden Neno, dan raja Nansarunai yang ketiga dan terakhir bernama  Raden Anyan(Ammah Jarang) atau dengan gelar Datu Tatuyan Wulau Miharaja Bapangkat Amas.  Digambarkan, Kerajaan Nansarunai adalah sebuah kota bandar yang sangat ramai, kaya raya, dan sekaligus sebagai kota budaya. Sebagai kota Bandar, Nansarunai berada ditepi sebuah sungai besar, dimana setiap harinya kapal-kapal asing selalu bersandar di Nansarunai untuk membeli hasil hutan, pertanian, dan perkebunan. Di lukiskan dalam bahasa Maanyan bagaimana banyaknya kapal yang bersandar di bandar Nansarunai: tihang ajung nyalah hannar pungur, tali dandan  nimbang rerep uei(tiang layar kapal bagaikan pepohonan, tali temali layar kapal bagaikan rotan). Di samping kapal-kapal Cina, Melayu, Arab, juga ada kapal-kapal dari Majapahit yang sering bersandar di bandar Nansarunai. Sebagai kota budaya, Nansarunai tidak pernah sepi dari pertunjukan budaya dan acara menyabung ayam di manguntur. Dikatakan pula oleh penutur, bahwa banyak sekali tamu asing yang ikut menyaksikan pertunjukan seni dan budaya serta sabung ayam, baik pada siang maupun malam hari. Keramaian di manguntur juga sering dilukiskan seperti ini: manguntur nyalah harek jatuh, kudalangun alang rakeh riwo.(manguntur selalu riuh rendah bagaikan suara ratusan orang).
Namun pada saat kerajaan Nansarunai sedang berada pada puncak kejayaannya pada tahun 1358, Nansarunai mengalami kehancuran. Ada dua versi penyebab jatuhnya Kerajaan Nansarunai tersebut. Versi pertama mengatakan bahwa hancurnya Nansarunai adalah akibat diserang oleh prajurit Majapahit, sebagai upaya mereka untuk menakluk Nansarunai karena kaya akan hasil buminya dan dianggap membahayakan kerajaan Majapahit yang berada di Pulau Jawa. Akibat dari hancurnya Nansarunai itu, semua bangunan kerajaan, manguntur dan rumah penduduk habis terbakar, sehingga alat-alat perlengkapan upacara adat dan benda-benda budaya habis dirampas oleh prajurit Majapahit. Raja Raden Anyan(Ambah Jarang) pun ikut meninggal dunia bersama beberapa penduduk yang belum sempat melarikan diri. Yang masih hidup hanya tinggal beberapa tokoh masyarakat dan tujuh pimpinan adat(Uria Pitu).  Tentang hancurnya Nansarunai itu, dilukiskan dalam bahasa Maanyan: Tuu riu mate erang ngakatanjung taping, ngulin ranu rueh lakarantau hanyut. Daya Nansarunai takam galis kuta apui, ngamang talam haut jarah sia tutung. Manguntur takam galis eme angang, kudalangun takam jarah maku lungkang(Air mata tak tertampung lagi banyaknya mengenang Nansarunai habis dilalap api dan manguntur telah ditumbuhi oleh rerumputan). Hancurnya Nansarunai yang dibangga-banggakan itu dikenal di kalangan Dayak Maanyan dengan: Nansarunai usak Jawa. Artinya Nansarunai diserang oleh orang-orang dari pulau Jawa(maksudnya prajurit Majapahit).  Versi kedua, jatuhnya Nansarunai adalah akibat terdesak oleh pendatang baru, khususnya suku Melayu yang semakin hari semakin banyak dan membawa adat-istiadat dan kepercayaan yang berbeda. Karena ketidakcocokan tersebut akhirnya suku Dayak Maanyan semakin terdesak dari Nansarunai ke pedalaman, tepatnya daerah Kabupaten Barito Timur saat ini.
Cerita tentang Nansarunai Usak Jawa ini tidak mudah dilupakan oleh Dayak Maanyan, karena Nansarunai telah mengukir sejarah dan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Kita boleh sangsi tentang keberadaan Nansarunai, namun cerita tentang Nansarunai Usak Jawa selalu terdengar lewat hiang wadian(shaman chants) tumet leut, enra janyawai(tradisional songs) dan ngalakar(oral history) pada upacara perkawinan dan kematian. Atau sering pula disinggung dalam percakapan sehari-hari untuk mengingatkan anak-anak muda agar mereka tidak melupakan sejarah. Setiap saat orang Maanyan selalu diingatkan lewat sejarah lisan dan lagu-lagu tradisional bahwa Nansarunai adalah kerajaan Dayak Maanyan tempo dulu yang sangat megah, kaya raya, mewah, indah dan jaya. Seringkali dalam lagu-lagu daerah yang dinyanyikan pada saat acara Turus Tajak(perkawinan) terlukis adanya keinginan kolektif orang Maanyan untuk kembali ke masa lalu dan membangun kembali Nansarunai yang sudah hancur berantakan tersebut. Misalnya: Ekat hantek awe unru datu hawi mamurentah, ungken pita mahuraja jaku nawu lengan. Nampan Nansarunai takam mudi kalamula, ngamang talam takam mantuk alang ire. (Kapan orang Maanyan yang pintar datang menjadi pemimpin, agar Nansarunai kita dapat dibangun kembali).
Setelah jatuhnya Nansarunai, akhirnya tujuh pimpinan adat(Uria Pitu) memutuskan untuk berpisah dan pergi ke tempat-tempat yang berbeda. Menurut penuturan bahwa:
1. Uria Dambung Napulangit pergi ke  Telang-Siong(Paju Epat).

2.Uria  Rena (Uria Mapas) pergi ke daerah Paju Dime dan Paju Sapuluh

3.Uria Rantau pergi ke daerah Paku Karau(Dusun Tengah)

4.Uria Biring pergi ke daerah Dayu

5.Uria Ponneh pergi ke daerah Barito( Dusun, Taboyan, dan Lawangan)

6.Uria Pulanggiwa pergi ke daerah Kapuas dan Kahayan

7.Uria Buman pergi ke Kalimantan Selatan(Tabalong, Rantau dan Kayutangi).

Menurut ceritanya, masing-masing Uria ini membawa Hukum Adat yang berlaku di Nansarunai. Namun karena perjalanan waktu dan kondisi sosial dimana mereka berada, banyak diantara Uria itu menyesuaikan pelaksanaan Hukum Adat yang mereka bawa. Dari ketujuh Uria itu, hanya Uria Dambung Napulangit yang tetap konsisten melaksanakan hukum adat Nansarunai seperti ijambe, setibanya di daerah Paju Epat. Sebagai akibat dari perpisahan Uria Pitu tersebut, maka suku Dayak Maanyan pun terbagi ke dalam empat sub suku, yaitu: Maanyan Paju Epat; Maanyan Paju Sapuluh, Maanyan Paju Dime dan Maanyan Paku Karau. Kendatipun ada empat pembagian sub suku demikian, tetapi kesatuan dan persatuan diantara mereka tetap kental dan dipelihara dengan baik. Sebagai bukti, pipakatan itu dapat dilihat pada Kerukunan Warga Dusun, Maanyan dan Lawangan di Kota Palangka Raya.
Setelah perpisahan ke tujuh Uria itu, akhirnya Perkembangan suku Dayak Maanyan terjadi dengan pesat di daerah Kabupaten Barito Timur sekarang ini. Sedangkan perkembangan suku Dayak Maanyan di daerah Kecamatan Dusun Tengah dan Barito Selatan adalah sebagian mereka yang bermigrasi dari daerah Barito Timur untuk mencari daerah baru sebagai tempat berusaha atau karena ikatan perkawinan.
Lebih dari tiga puluh delapan tahun Kabupaten Barito Timur, berstatus sebagai Kabupaten Administratif Barito Timur dan selama periode itu pula keadaan masyarakat Barito Timur kurang mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya dalam bidang politik dan pemerintahan.  Lalu, mulai 2 Juli 2002, status Kabad Barito Timur, berubah menjadi Kabupaten Barito Timur dengan ibu kota Tamiang Layang. Perubahan status ini merupakan kebanggaan yang luar biasa bagi masyarakat Barito Timur. Berdirinya Kabupaten Barito Timur  ibarat berdirinya sebuah Nansarunai Wau(Nansarunai Baru) bagi masyarakat Barito Timur, khususnya Dayak Maanyan. Kebanggaan yang luar biasa itu ingin mereka wujudkan pula dengan tampilnya seorang pemimpin(Bupati) yang memang berasal dari keturunan Nansarunai(Umpu Kakah). Sudahkan masyarakat Barito Timur menyiapkan seorang Umpu Kakah yang dapat dibanggakan dan dapat diandalkan untuk memimpin Nansarunai Wau ?. Para Umpu Kakah yang berada di perantauan sangat mengharapkan agarNansarunai Wau betul-betul dapat diwujudkan dan dipimpin oleh seorang Umpu Kakah yang dapat menjamin eksistensi identitas etnik dan budaya, serta kelangsungan hidup generasi Umpu Kakah selanjutnya.  Ingat, bahwa maju-mundurnya masyarakat Barito Timur sangat ditentukan oleh adanya pipakatan dan bukan oleh sifat yang hanya mencari keuntungan sesaat atau menggadaitane ranu. Saat ini, pipakatan, sangat penting. Namun apabila ada diantara Umpu Kakah yang mementingkan diri sendiri, dan mengabaikan masa depan anak cucunya, maka sangat mungkin bahwa kejatuhan Nansarunai akan terulang kembali. Renungkan perkataan Martin Luther King, Jr:Unless we learn how to live together, as brothers and sisters, we shall die together as fools ( Kalau kita tidak mau belajar untuk hidup bersama sebagai saudara, maka kita akan mati konyol seperti orang bodoh). Sebagai penutup dan sebagai penggugah solidaritas para Umpu Kakah dalam mempersiapkan seorang figur Umpu Kakah sebagai calon Bupati Kabupaten Barito Timur, berikut disajikan pesan Kakah Warikung dan Itak Ayan untuk kita semua:
Ware patategei tangan takam mamai gunung padu um’mu, pakakawit kingking takam nungken watu sukat panjang.
Nampan kaamuan takam Nansarunai wau, kaantangun takam ngamang talam hanyar.
Nampan murumitif yiri Nansarunai rami, nampan muruminim yiri ngamang talam raya.
Nampan la manguntur takam kala harek jatuh, kuda langun takam alang rakeh riwo.
Catatan:
  1. Kata Jawa pada Nansarunai Usak Jawa, bukan berarti etnis Jawa, tetapi prajurit Majapahit yang berasal dari tanah/pulau Jawa.
  2. Kata Manguntur, adalah sebuah arena tempat khusus untuk menyabung ayam dan tempat  pertunjukan seni dan budaya.
(Penulis adalah Pembantu Rektor I Unpar dan Guru Besar Antropologi)


Gimana perasaannya setelah membacanya agak panjang bukan,, kisah Nansarunai yang merupakan sebuah kerajaan memang tidak akan habis bila dibahas dan memang kurang cukup informasi mengenai seluk beluk Kerajaan ini dikarenakan masih minimnya peninggalan sejarahnya, tetapi kisah tragis dari hancurnya kerajaan Nansarunai ini turun temurun selalu diceritakan kepada generasi-generasi Nansarunai Wa’u sekarang (termasuk saya). Penting sekali dalam sebuah mempertahankan kejayaan saling berpegang tangan erat untuk bekerja bersama-sama bukan saling berpisah atau saling menyalahkan satu sama lain. Dan sangat penting juga bagi kita untuk mempelajari sejarah kita agar kita tau siapa jati diri kita sebagai bangsa yang majemuk di Indonesia dan jika kita sudah tau jangan sekali-kali merasa gengsi untuk menjadi diri kita sendiri yang berasal dari suku-suku tertentu, tetap lestarikan adat budaya kita kawan.. dan untuk saudara-saudari saya orang Dayak Maanyan “ada pasai darai lagi” kita bangun lagi Nansarunai yang baru kembalikan kejayaan kerajaan kita dulu agar dapat jadi bagian kekayaan majemuk Indonesia…. Tabe kawan pulaksana’i