Ketika kita melihat peristiwa atau kejadian pada
waktu tertentu, apa yang akan kita lakukan? Mungkin hanya “nyinyir” seperti
yang sering saya lakukan ketika menyaksikannya lalu mendiskusikannya bersama
kawan-kawan atau hanya diam tak memperdulikan karena tak ada hubungannya dengan
kita...
Media sosial memiliki peranan penting di dalam
kehidupan jaman sekarang, dengan bertambahnya akses dimanapun seakan merevolusi
segala aspek kehidupan mulai dari hal sepele sampai yang terpenting sekalipun.
Tak terkecuali pada berita nasional yang sedang
panas-panasnya kita akan mencari tahu dan semakin betambah tahu, alih-alih
berita di lingkungan sekitar kita pun kita tak dipedulikan. Berita yang membuat
kita penasaran atau mencari tahu juga bisa tentang pribadi atau rumah tangga seseorang
sekalipun, sehingga kita bisa lebih tahu mengenai sisi yang lain dari pribadi
seseorang yang diberitakan.
Misalnya pada seseorang yang terjerat kasus korupsi
besar-besaran, berita yang dicantumkan di media sosial selain membahas
fakta-fakta tentang kasus tersebut akan membentuk opini dan sudut pandang kita
terhadap orang tersebut menjadi buruk, ya pastinya karena memang perbuatannya
yang haram dan membuat kita mengamini sikap yang kita rasa benar.
Atau pada yang terjadi pada kehidupan rumah tangga
sekalipun, ketika kita menyaksikan
pemberitaan tentang keluarga yang hancur karena perselingkuhan, maka opini kita
akan mengarah ke berbagai macam sikap, mulai dari menghujat laki-laki yang
mengkhianati isterinya sampai memberikan simpati kepada sang istri yang
diselingkuhi. Bahkan keluarga yang dekat dengan si wanita ketigajuga jadi
dibenci, berujung pada citra dan nama baik mereka, dari contoh kasus ini kita
ambil contoh bahwa media sosial atau lebih rinci lagi jaringan internet sangat
berpengaruh dalam setiap segi kehidupan manusia, sehingga kita sebagai pengguna
pun juga ikut terlibat dalam kasus tersebut ibaratnya sebagai tetangga dekat
atau sahabat dekat yang memberikan simpati dan empati pada keluarga tersebut,
ya walaupun tetangga dekat di samping rumah saja kita tidak tahu bagaimana
kabar mereka.
Media sosial adalah ruangan kita dalam memberikan
peranan penting di dunia, ketika orang yang aslinya pendiam di dunia nyata,
tiba-tiba berubah menjadi ahli “nyinyir” di media sosial, lalu semua orang akan
tertuju pada kasus tersebut sehingga kita akan berperan besar melewati
komentar-komentar, sehingga bisa saja kita akan memberikan tekanan pada suatu
kasus hukum, apakah ini kekuatan rakyat?
Yeahh, bermodal kasus yang unik dan tidak biasa ,
dengan sifat manusia dari lahir yang mungkin “penggosipan” maka suatu peristiwa
yang tidak penting pun akan ikut menjadi besar, dan mungkin suatu komentar
opini nitizen akan membuat nama buruk menjadi baik atau mungkin sebaliknya.
Itulah mengapa hoax menjadi merajalela dengan modal
judul berita yang menghebohkan dan menggeparkan, karena dengan itu bisa
menggiring opini publik dengan tujuan politik. Ya, politik sesuatu yang bisa
mengaburkan segala macam sisi duniawi, orang yang terlihat jahat bisa saja dia
adalah orang baik, orang yang terlihat baik bisa saja dia memiliki keinginan
yang merugikan semua orang, dan media sosial adalah alat yang menggiurkan dari
politik tersebut. Apalagi jika tujuan dari politik itu memiliki
kepentingan-kepentingan jahat yang membahayakan suatu negara, maka akan banyak
masyarakat yang belum matang dalam berdemokrasi akan mudah terbakar dan
mempercayai berbagai macam isu yang belum tentu kebenarannya.
Media sosial juga bisa menjadi kekuatan bagi hal-hal
baik bagi mereka yang memiliki harapan, dan mencintai kehidupan. Mulai dari
saat seseorang memiliki ide yang ingin disampaikan secara utuh melalui tulisan
ia bisa menuangkannya di dalam artikel, esai, fiksi dan lain-lain, entah dalam
bentuk tulisan apa yang akan dia buat, yang jelas ia akan menyebarkannya lewat
media sosial sehingga mata hati orang lain akan terbuka dan menjadi termotivasi
dalam bersikap pada suatu hal, atau jika idenya dituangkan dalam foto, film
pendek atau vlog, maka pesan ini akan tersampaikan dengan baik karena seperti
kita ketahui bahwa akun youtuber-youtuber di Indonesia yang semakin menjamur di
situs video terbesar di dunia itu. Ada juga semisal suatu kelompok yang merasa
tak mendapat keadilan maka ia bisa saja memberikan unek-uneknya di media sosial
yang dengan tujuan mendapatkan dukungan dari warganet agar mereka diberikan
dukungan yang bentuknya berbagai macam, tentu saja di jaman sekarang dukungan sosial
begitu sangat diperlukan. Ada banyak hal-hal lain yang sebenarnya bisa kita
lakukan untuk menyebarkan kebaikan melalui media sosial, yang menjadikan dunia
kita tak terbatas dalam melakukan kebaikan hmmm terus mengapa tetap saja uraian
mengenai sisi positif dari media sosial ini kalah dengan HOAX?
Yeah, ketika dunia menawarkan kemudahan maka hampir
tak kita sadari bahwa kemudahan itu membuat manusia baru terlahir dengan
sesuatu yang instan. Media sosial membuat manusia menjadi “manja”, pemalas dan
kurang bersosialisasi dengan kenyataan. Mungkin banyak dari kita (termasuk saya
:D) yang menjadikan internet untuk hal yang konsumtif, instagram, facebook,
twitter, line, whatsapp kita gunakan hanya untuk arena stalk, ajang kepo dan adegan sindiran, yang tentu saja
menjadikan waktu kita tidak produktif sehingga kita kurang dalam membuat suatu
kreativitas untuk menyebarkan kebaikan menurut diri kita sendiri, akhirnya
hanya dengan satu klik kita akan menyebarkan suatu berita yang bernilai heboh
dan menggebu-gebu hingga akhirnya berita itu menjadi trend dimana-mana, dari
satu manusia menjadi jutaan manusia, dan tentu saja pesan kebaikan kalah dengan
pesan “Nyinyir” dan bahkan berita
hoax juga ikut menyebar dan mempengaruhi.
Dari semua uraian tersebut membuat media sosial
memiliki dua sisi yaitu baik dan buruk, ya hampir segala sesuatu di dunia ini
diciptakan “baik” dan “buruk”, yang membuat manusia kembali ke sesuatu yang
mengharuskan yaitu “memilih”, ada baiknya ketika kita memilih kita memikirkan apa dampak baik dan buruknya yang akan kita lakukan dalam artian sebenarnya adalah berpikir matang, maka tidak lain adalah melakukan hal yang baik sebelum terjadi penyesalan, itu mencakup juga pada hal-hal sepele sekalipun semacam menyebarkan berita-berita, membuat opini yang bisa mempengaruhi kehidupan orang lain.
Kembali ke asal manusia itu berasal yaitu Sang
Pencipta mengajarkan kita untuk mengikuti kehendak-Nya yang bernilai kebaikan
mutlak di kehidupan, oleh karena itu iman kita bukan hanya sebagai agama
mungkin adalah sesuatu yang harus kita pegang dan peluk sehingga membuat kita
teringat akan pesan kebaikan itu, dan satu kebaikan bisa saja meneduhkan api
keburukan.
Adams Sophiano